standrewschurch.org.nz
Home   Sejarah   Presbytery  Gereja Presbyterian   Pemuda  True Friendship  English  Service 10:00 AM  Gallery Foto  Ringkasan Kotbah  Dengar Firman Kotbah minggu lalu

 

  

Gereja Presbyterian

Gereja Presbyterian adalah gereja protestan yang utama, merupakan bagian dari gerakan reformasi yang terjadi pada abad enam belas, yang dipengaruhi oleh John Calvin dalam menjalankan organisasi, doktrin, pelayanan, kekudusan dan disiplin dan bukan oleh Ulrich Zwingli.
Presbyterian merupakan istilah yang mengacu pada suatu bentuk pemerintahan gereja, yaitu pemerintahan oleh para penatua atau Presbyter. Menurut buku “Institutes of the Christian Religion” yang dikarang oleh Calvin, bentuk pemerintahan gereja telah diungkapkan dalam Perjanjian Baru, karena gereja memiliki otoritas agung. Dalam doktrin, Presbyterian adalah serupa dengan gereja-gereja Reform yang lain di Swiss, Jerman, Perancis dan Belanda. Istilah “Presbyterian” kemudian dipakai untuk menunjuk pada gereja reformasi yang berkembang di Inggris (khususnya di Skotlandia) dan Amerika Utara.
John Calvin adalah seorang pengacara Perancis, yang memiliki pengalaman yang mendalam, tetapi tenang dalam mengalami perubahan, oleh ajaran reformasi dari Martin Luther, yaitu pembenaran hanya karena iman. Setelah mengalami kehidupan yang penuh gejolak, akhirnya dia menetap di Jenewa dan memberi pengarahan dalam melanjutkan ajaran reformasi, sesudah meninggalnya Zwingli dalam suatu pertempuran. Kesetiaan Calvin terhadap doktrin dasar dari reformasi Luther dapat dilihat dalam persahabatannya dengan Philip Melanchton dan dalam ikut menandatangani konfesi Augsburg yang telah diperbaharui.
Dalam waktu berberapa tahun, Calvin mengembangkan secara sistematis dan mempunyai dasar yang ketat, suatu kerangka doktrin, The institutes of the Christian Religion, yang kemungkinan besar telah memberikan banyak pengaruh dalam perkembangan reformasi protestan, ketimbang ajaran yang lain. Calvin dan golongan presbyterian yang mengikuti ajaran Calvin, cenderung mengalami perdebatan dan menjadikan segala sesuatu sebagai dogma dan karena pentingnya penekanan akan disiplin, menimbulkan birokrasi. Walaupun demikian, Calvin dan golongan presbyterian menampakkan suatu kesetian yang mendalam terhadap Allah yang Mahakuasa, menjadikan hidup dan teologi yang bersandar hanya kepada Tuhan. Golongan Cavinis cenderung untuk mematuhi sepenuhnya dan menginginkan untuk mengatur serluruh kehidupan sesuai keinginan dari Tuhan, yang dipercayai telah diberikan melalui Alkitab.
Dasar doktrin dari pada gereja Presbyterian adalah keyakinan bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan merupakan satu-satunya aturan mengenai iman dan perbuatan. Apa yang dikatakan oleh Alkitab, merupakan apa yang menjadi keyakinan Presbyterian. Apa yang dikutuk Alkitab, merupakan apa yang dikutuk oleh Presbyterian. The Institutes of the Christian Religion membentuk sejarah dan dasar teologi bagi kaum Presbyterian, Pengakuan Iman Westminster dan singkatan Katekismus Westminster bersama-sama dengan Pengakuan Heidelberg dan Katekismus Heidelberg, merupakan dasar tradisi dari gereja.


Diterjemahkan dari: The Dictionary of Bible and Religion
 


Please email me at: wilson.soerjadi@gmail.com


 


Thanks for your time. If you no longer wish to receive this email newsletter please unsubscribe yourself by clicking on the unsubscribe link below.


DISCLAIMER: This message contains confidential information for the addressee named above. If you are not the intended recipient of this message, you are hereby notified that you must not disseminate, copy or take any action in reliance on it. 


 

  Lokasi Gereja St.Andrew

St.Andrews First Presbyterian Church


 

 

 


 

 

 




 

 



 

 


 








 


 


 


To unsubscribe from this email list click here |