|
Gereja Presbyterian
Gereja Presbyterian adalah gereja protestan yang
utama, merupakan bagian dari gerakan reformasi yang terjadi
pada abad enam belas, yang dipengaruhi oleh John Calvin dalam
menjalankan organisasi, doktrin, pelayanan, kekudusan dan
disiplin dan bukan oleh Ulrich Zwingli. Presbyterian
merupakan istilah yang mengacu pada suatu bentuk pemerintahan
gereja, yaitu pemerintahan oleh para penatua atau Presbyter.
Menurut buku “Institutes of the Christian Religion” yang
dikarang oleh Calvin, bentuk pemerintahan gereja telah
diungkapkan dalam Perjanjian Baru, karena gereja memiliki
otoritas agung. Dalam doktrin, Presbyterian adalah serupa
dengan gereja-gereja Reform yang lain di Swiss, Jerman,
Perancis dan Belanda. Istilah “Presbyterian” kemudian dipakai
untuk menunjuk pada gereja reformasi yang berkembang di
Inggris (khususnya di Skotlandia) dan Amerika Utara. John
Calvin adalah seorang pengacara Perancis, yang memiliki
pengalaman yang mendalam, tetapi tenang dalam mengalami
perubahan, oleh ajaran reformasi dari Martin Luther, yaitu
pembenaran hanya karena iman. Setelah mengalami kehidupan yang
penuh gejolak, akhirnya dia menetap di Jenewa dan memberi
pengarahan dalam melanjutkan ajaran reformasi, sesudah
meninggalnya Zwingli dalam suatu pertempuran. Kesetiaan Calvin
terhadap doktrin dasar dari reformasi Luther dapat dilihat
dalam persahabatannya dengan Philip Melanchton dan dalam ikut
menandatangani konfesi Augsburg yang telah
diperbaharui. Dalam waktu berberapa tahun, Calvin
mengembangkan secara sistematis dan mempunyai dasar yang
ketat, suatu kerangka doktrin, The institutes of the Christian
Religion, yang kemungkinan besar telah memberikan banyak
pengaruh dalam perkembangan reformasi protestan, ketimbang
ajaran yang lain. Calvin dan golongan presbyterian yang
mengikuti ajaran Calvin, cenderung mengalami perdebatan dan
menjadikan segala sesuatu sebagai dogma dan karena pentingnya
penekanan akan disiplin, menimbulkan birokrasi. Walaupun
demikian, Calvin dan golongan presbyterian menampakkan suatu
kesetian yang mendalam terhadap Allah yang Mahakuasa,
menjadikan hidup dan teologi yang bersandar hanya kepada
Tuhan. Golongan Cavinis cenderung untuk mematuhi sepenuhnya
dan menginginkan untuk mengatur serluruh kehidupan sesuai
keinginan dari Tuhan, yang dipercayai telah diberikan melalui
Alkitab. Dasar doktrin dari pada gereja Presbyterian adalah
keyakinan bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan merupakan
satu-satunya aturan mengenai iman dan perbuatan. Apa yang
dikatakan oleh Alkitab, merupakan apa yang menjadi keyakinan
Presbyterian. Apa yang dikutuk Alkitab, merupakan apa yang
dikutuk oleh Presbyterian. The Institutes of the Christian
Religion membentuk sejarah dan dasar teologi bagi kaum
Presbyterian, Pengakuan Iman Westminster dan singkatan
Katekismus Westminster bersama-sama dengan Pengakuan
Heidelberg dan Katekismus Heidelberg, merupakan dasar tradisi
dari gereja.
Diterjemahkan dari: The Dictionary
of Bible and Religion
Please email me at: wilson.soerjadi@gmail.com
Thanks for your time. If you no
longer wish to receive this email newsletter please
unsubscribe yourself by clicking on the unsubscribe link
below.
DISCLAIMER: This message
contains confidential information for the addressee named
above. If you are not the intended recipient of this message,
you are hereby notified that you must not disseminate, copy or
take any action in reliance on it.
|
Lokasi Gereja
St.Andrew

|