standrewschurch.org.nz
Home   Sejarah   Presbytery  Gereja Presbyterian   Pemuda  True Friendship  English  Service 10:00 AM  Gallery Foto  Ringkasan Kotbah  Dengar Firman Kotbah minggu lalu

 

 

SEJARAH JEMAAT BERBAHASA INDONESIA

Jemaat berbahasa Indonesia di St Andrew’s First Presbyterian Church, Auckland dapat terbentuk oleh berkat dan rahmat Tuhan. Beberapa keluarga dan pelajar Indonesia yang tinggal di Auckland merindukan untuk beribadah bersama-sama dalam bahasa Indonesia.

Persekutuan doa dan pendalaman Alkitab pertama diadakan pada tanggal 23 Juni 1985 dirumah keluarga Sorongan, 53 Ferguson St, Manurewa. Pada mulanya persekutuan itu dihadiri oleh 8 orang, dan mengalami perkembangan, sehingga perlu diadakan secara tetap, setiap dua minggu.

Ketika persekutuan ini telah berusia satu tahun kurang sehari, pada tanggal 22 Juni 1986, dengan pertolongan Rev. John McKinlay, yang pada saat itu menjabat sebagai gembala jemaat St. Andrew, bersama dengan istrinya, Christine, telah memberikan ijin untuk penggunaan ruang belakang dari gereja St Andrew sebagai tempat persekutuan. Rev. John McKinley pernah bertugas sebagai misionaris di Bandung.

Pada akhir tahun 1986, dengan jumlah jemaat yang telah mencapai 60 orang, Alm Bpk Nico Sorongan mengusulkan agar persekutuan ini ditingkatkan menjadi Gereja yang berbahasa Indonesia. Usulan itu telah disetujui oleh seluruh anggota pengurus saat itu.

Pada tanggal 7 Juni 1987, dengan berkat dan rahmat Tuhan, jemaat berbahasa Indonesia diijinkan menggunakan gedung gereja. Tuhan telah memakai Pdt John McKinley dan Majelis Jemaat Gereja St Andrew sehingga hal ini dapat terrealisasi.

Jemaat dari gereja berbahasa Indonesia berasal dari berbagai latar belakang denominasi dan juga terdiri dari berbagai suku bangsa. Tapi kami semua adalah satu tubuh yang telah disatukan dalam kasih Kristus.

Walaupun belum mempunyai gembala sidang yang tetap, jemaat tetap bertekun dalam persekutuan dan pelayanan pendalaman Alkitab. Pelayanan ini dilaksanakan oleh Saudara Tiansa Ginting dan Markus Tandajaya, yang pada waktu itu sedang belajar sebagai mahasiswa dari NZ Bible College.

Pada Tahun 1989, setelah Saudara Tiansa Ginting dan Markus Tandajaya menyelesaikan studinya, mereka harus kembali ke Indonesia, pelayanan selanjutnya dilakukan dengan mengundang beberapa pembicara. Karena tidak adanya gembala sidang yang tetap, jumlah jemaat menjadi berkurang.

Untuk membangkitkan kembali semangat jemaat berbahasa Indonesia, pengurus mengundang Pdt Jusak Susabda, yang sedang menjabat sebagai pendeta di St David's Presbyterian Church, Gisborne, untuk menjadi pendeta pembantu di St Andrew dan juga menjadi gembala jemaat berbahasa Indonesia. Hal ini didukung oleh Pdt John McKinley dan majelis jemaat St Andrew. Pada Tanggal 21 Juni 1990, Pdt Jusak dikukuhkan oleh Auckland Presbytery untuk menjadi pendeta St Andrew.

Setelah lebih dari 12 tahun Pdt Jusak memimpin Jemaat di St Andrew, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris, pada tgl 24 Oktober 2002 - Pdt Jusak Susabda memasuki masa pensiun. Pelayanan jemaat Indonesia dilanjutkan oleh Pdt Johnvin Kiki Anugraha, yang baru saja beberapa tahun sebelumnya berimigrasi ke New Zealand dari Singapura. Pada tgl 25 May 2003 - Pdt Johnvin Kiki Anugraha dipilih resmi oleh jemaat untuk menjadi Pendeta Jemaat Berbahasa Indonesia di Gereja St Andrew dan diteguhkan sebagai pendeta pada tanggal 14 Agustus 2003.


Please email me at: wilson.soerjadi@gmail.com


 


Thanks for your time. If you no longer wish to receive this email newsletter please unsubscribe yourself by clicking on the unsubscribe link below.


DISCLAIMER: This message contains confidential information for the addressee named above. If you are not the intended recipient of this message, you are hereby notified that you must not disseminate, copy or take any action in reliance on it. 


 

  Lokasi Gereja St.Andrew

St.Andrews First Presbyterian Church


Sejarah Singkat Jemaat Berbahasa Indonesia St Andrew First Presbyterian Church Auckland

23 Juni 1985 - Persekutuan Doa dan pendalaman Alkitab pertama dirumah keluarga Sorongan.

22 Juni 1986 - Persekutuan dibelakang gedung Gereja St Andrew (Balai pertemuan Gereja yang lama).

7 Juni 1987 - Persekutuan diadakan di dalam Gereja St Andrew dipimpin oleh saudara Tiansa Ginting, Markus Tandadjaya dan Zakeus Indrawan.

21 Juni 1990 - Pdt Jusak Susabda dikukuhkan menjadi Pendeta di Gereja St Andrew.

24 Oktober 2002 - Pdt Jusak Susabda pensiun dari Gereja Presbyterian di St Andrew.

14 Agustus 2003 - Pdt Johnvin Kiki Anugraha diteguhkan
menjadi Pendeta di Gereja St Andrew.


 

 

 




 

 



 

 


 








 


 


 


To unsubscribe from this email list click here |